Senin, 06 Juni 2016

satu malam

satu malam yang kadang tak kuhiraukan. tentang dirimu yang mulai menghilang dalam gelap malam.
tentang hati yang terlanjur tersakiti hingga tak tahu apalagi beda sakit dengan tidak.
tentang sebuah rentang tangan yang kamu ulurkan namun kamu tepis dilain waktu.
tentang genggaman tangan yang pernah begitu erat memeluk jemariku. namun dilain waktu begitu sulit untuk kurengkuh,
terkadang aku seringkali bertanya, Tuhan, sesadis apa karma yang hendak kau berikan padaku.
hingga tak sanggup lagi kurasakan debar rindu.
hingga tak lagi muncul rasa iba pada mereka-mereka yang tak terlibat dalam drama ini namun harus ikut bermain.
dalam panggung sandiwara yang Engkau ciptakan untukku.
Lalu pada malam-malam yang lain aku sering menangis. mengutuk pada detik-detik yang enggan berjalan mundur. sekedar membahagiakan diriku.
malam-malam yang begitu jahat mencurangi diriku yang begitu percaya, bahwa bahagia itu milik semua orang.
malam-malam yang begitu ingin kuhancurkan jika saja diriku begitu buta.
satu malam yang pada hari berbeda bertabur bintang memberi kebahagiaan.
satu malam yang dihari lain begitu menyakiti penuh isak tangis.
satu malam yang mengingatkanku pada sosokmu.
satu malam yang bisa begitu membuatku membencimu juga mencintaimu.
satu malam yang aku mencintaimu dulu.
 

Blog Template by BloggerCandy.com