Senin, 13 Juni 2016

satu senjaku

aku kehilangan satu senjaku, senja yang menawarkanku tawa, senja yang membuatku trsenyum malu.
aku kehilangan satu mata, mata yang biasa memandangmu penuh senyum, mata yang biasa meletakkan dirimu pada satu titik.
aku kehilangan hadirmu dalam pekat malam.
aku merindu pada tawa mu yang absurd.
aku menangis kehilangan dirimu.
kemarin mungkin kita tertawa.
kemarin nya lagi kita saling berbagi minuman.
lalu kemarin dari kemarin nya lagi tangisku pecah dibalik bahumu.
rengkuh tanganmu tak selalu memeluk. terkadang hanya memberi usap.
tak selalu kamu pasang badan menghangatkanku kala dingin.
tapi sosokmu yang membuatku lupa akan semua beban.
terasa begitu nyata kurindukan.
aku rindu. meski acap kali kau abaikan ku.
meski sering kali tak kau anggap hadirku.

Senin, 06 Juni 2016

satu malam

satu malam yang kadang tak kuhiraukan. tentang dirimu yang mulai menghilang dalam gelap malam.
tentang hati yang terlanjur tersakiti hingga tak tahu apalagi beda sakit dengan tidak.
tentang sebuah rentang tangan yang kamu ulurkan namun kamu tepis dilain waktu.
tentang genggaman tangan yang pernah begitu erat memeluk jemariku. namun dilain waktu begitu sulit untuk kurengkuh,
terkadang aku seringkali bertanya, Tuhan, sesadis apa karma yang hendak kau berikan padaku.
hingga tak sanggup lagi kurasakan debar rindu.
hingga tak lagi muncul rasa iba pada mereka-mereka yang tak terlibat dalam drama ini namun harus ikut bermain.
dalam panggung sandiwara yang Engkau ciptakan untukku.
Lalu pada malam-malam yang lain aku sering menangis. mengutuk pada detik-detik yang enggan berjalan mundur. sekedar membahagiakan diriku.
malam-malam yang begitu jahat mencurangi diriku yang begitu percaya, bahwa bahagia itu milik semua orang.
malam-malam yang begitu ingin kuhancurkan jika saja diriku begitu buta.
satu malam yang pada hari berbeda bertabur bintang memberi kebahagiaan.
satu malam yang dihari lain begitu menyakiti penuh isak tangis.
satu malam yang mengingatkanku pada sosokmu.
satu malam yang bisa begitu membuatku membencimu juga mencintaimu.
satu malam yang aku mencintaimu dulu.
 

Blog Template by BloggerCandy.com