Senin, 05 Januari 2015

Surat Terbuka Latah

Selamat malam bapak ibu yang terhormat,,
duh saya ini apalah kok latah segala bikin surat terbuka..
bapak ibu, adakah anda memiliki anak remaja usia SMP? kalau boleh tau, fasilitas apa yang anda sekalian beri?
Gadget terbaru kah? atau kendaraan bermotor?

Bapak ibu sekalian, itu hak anda untuk memberikan fasilitas apapun untuk putra putri tercinta, saya tak akan mengusiknya. apalah dayaku yang hanya orang lewat dijalan raya. hehehe
bapak ibu, putra putrinya sekolah naik apa? jemputan kah? angkutan umum kah? atau jangan-jangan sudah naik sepeda motor sendiri?
Ih kok tega sih pak buk? mereka kan belum ada SIM, kalo ketilang gimana? masak mau nyalahin bapak POLISI yang nilang? lah yang kasi ijin bawa sepeda siapa? itu sepeda siapa?
bapak ibu, pernah lihat putra putrinya kalau naik sepeda motor seperti apa?
oh pelan-pelan ya buk? gak bonceng tiga ya pak? Syukur Alhamdulillah kalau begitu.
aku mau cerita dikit nih pak bu,
jadi gini, sore ini aku rencana balik dari surabaya ke gresik, sekitar daerah pelabuhan perak (deket deket situlah pak bu) aku lihat anak SMP, putra sih, bonceng tiga gak pake helm.
masih gak paham pak bu korelasi antara pengalamanku sore ini dengan tulisan ini?
kuulangi nih pak buk,, BONCENG TIGA, GAK PAKE HELM, SERAGAM SMP.
hehehe maaf ya di capslock, biar mudah gitu bacanya pak buk..
saat itu aku berharap ada polisi yang baik hati mau negur mereka, syukur-syukur di amankan.
bukannya jahat lo aku ini,, tapi pak buk,, kaki mereka aja belum njejak tanah, berani gitu bonceng tiga?
yang miris pak buk, jalan yang kulalui itu penuh dengan truk di kanan kiri. hebatnya mereka bisa loh ketawa ketiwi diantara dua truk.
maaf ya pak buk, bukannya aku meragukan kemampuan berkendara mereka.
kalo misal mereka disuruh boncengin aku pun pasti jago.
tapi benarkah hal ini? sepanjang jalan, aku melihat dengan jelas betapa tidak seimbangnya mereka berkendara. ngeri pak buk.
berkendara sambil telpon saja sudah bahaya, apalagi bercanda ngalor ngidul.!
jangan bilang aku asal nyeplos loh pak buk, jamanku sd kelas 6, aku pernah lo bonceng tiga, ketawa ketiwi, naik sepeda ontel. apa yang aku dapat? nih bekas luka di pergelangan kaki yang gak bisa hilang. ya pak buk, kami jatuh.
dalam kondisi bercanda pak, keseimbangan yang tak stabil pun dianggap lelucon.. pihak yang dibonceng tentu berfikir pengemudi sedang bercanda, SOK ATRAKSI begitu.
Please pak buk, ini sudah dijalan raya. diperumahan seperti apa?
sering kok pak buk, aku lihat anak SD bonceng tiga, bonceng adik paling kecil pun ada, saling kebut-kebutan. merasa AKU KEREN KAN NAIK SEPEDA MOTOR? gak jarang mereka hampir bertabrakan dengan pengendara lain.
pak buk, anak remaja itu belum bisa nentuin yang benar. menghadapi hal kecil saja mereka bisa panik. salah salah bukan rem yang diinjak, malah gas yang ditarik.
ah sudahlah, biar bapak dan ibu sekalian mengamati sendiri saja bagaimana putra putrinya berkendara. agar bisa menentukn, tepatkah memberi mereka kendaraan bermotor diusia dini?
 

Blog Template by BloggerCandy.com