Kamis, 13 April 2017

perebut takutkah direbut?

lucu ketika kucoba membuka satu persatu akun sosial media mu dan kekasihmu. tak ditemukan.
ya bukti bahwa kamu telah memblokirku entah sejak kapan.
akankah ketika pertemuan pertama kita? lalu kamu menyadari aku kala itu masih berkomunikasi dengan kekasihmu?

ataukah ketika waktu-waktu berikutnya kamu membuka ponsel pribadi kekasihmu dan kamu menemukan pesan-pesan mesra itu?
yah itu bukti ketakutanmu terhadap diriku.
ketika jumpa pertama kita, tidak terpikir sedikitpun untuk merebut kekasihmu
pikirku kami masih bisa berteman. toh kamu sudah mantan.
tapi sejujurnya kali ini entah dari mana, pikiran setan itu muncul
merebut kembali yang sudah menjadi hak ku sejak lama mungkin tidak salah.
dibanding mencari pribadi baru yang belum tentu kutemukan, lantas mengapa tidak kucoba kembali pada pelukan yang pernah memeluk ku mesra
ya kami memang sepasang kekasih dulu
barang tentu kamu sudah mendengar bagaimana kami dulu memadu kasih
atau mungkin bagaimana kecupan pertama kami (benar-benar yang pertama) terjalin
memikirkan bagaimana hangat peluknya kala itu, ah membuatku semakin bergairah
ya bergairah untuk merebut dirinya
semua ini bukan salahku
salahmu sendiri yang merebut dirinya
karma tidak pernah salah tempat kan?
baiklah baiklah aku tidak benar-benar memikirkan hal itu
bagiku mungkin kekasihmu itu hanya sumber rasa sakitku. bukan bahagiaku
entah bagaimana ceritanya.
tapi kamu tau?
tindakanmu sedikit banyak membuktikan bahwa aku tidak hilang dari pikirannya
setidaknya jika memang aku tidak lagi berarti
maka kita barang tentu bisa berbincang bertiga
ya membuktikan kamu tidak pernah bisa mengganti ruang kosong dihatinya
bahwa aku masih memiliki arti bagi kekasihmu itu
 

Blog Template by BloggerCandy.com