Selasa, 13 September 2016

tulus dan tidak itu bagaimana

sekali waktu kamu mungkin pernah terluka oleh suatu hubungan. sakit ya?
sekali mungkin dua kali. namanya juga hidup.
kamu mungkin berharap lebih terhadap hubungan yang telah kamu jalani selama bertahun-tahun.
berapa banyak sih imajinasi yang sering kamu bahas dengan dia?

angan tentang masa depan, rumah impian, bahkan jumlah anak yang kamu inginkan.
wajar. gak ada yang melarang kamu untuk merancang masa depan sebegitu indahnya.
hanya saja jika nantinya semua harus musnah, jangan salahkan Tuhan.
Tuhan tak pernah mengijinkan hubungan pacaran bukan?
pernah nemu hadits tentang pacaran? jawabannya gak ada.

semua memang cuma karena egoisme manusia aja, dalam konteks ini aku kamu mereka.
kalo sudah baca postingan sebelumnya, pasti paham sih dengan postingan ini. tapi entah juga sih, banyak postingan yang aku hapus. gak penting. uda gitu aja.
kamu pernah kah bertemu seseorang yang lebih muda dari kamu, entah karena alasan apa kamu suka dia.
suka aja. tanpa embel-embel apapun. tanpa embel-embel siapa dia, darimana dia, kaya miskin dia, ganteng manis dia. gak ada.
kamu suka dia karena pribadi dia. karena sikap pekerja kerasnya dia. kamu suka dia.
meski kamu tau masa lalunya, kamu tau dia mantan siapa, kamu tau kekonyolan dia.
tapi kamu gak perduli.
bahkan dengan datangnya dia, kamu mampu menghapus kekasih-impianmu. yang cuma bisa kamu pandangi foto(nya), kamu khayalkan berkenalan dengan(nya).
semua kamu kesampingkan ketika bersama dia.
hatimu tetap saja berdetak lebih kencang memandangi update-foto dia, konyol sih ya.
kamu tetap saja tersenyum ketika chat mu diread, diread lo ya belum dibales,
dan kamu tetap terlonjak riang ketika mendapat balasannya.
ah kamu sadar, kamu jatuh cinta lagi.
sekian lama ya, terakhir kali mungkin sekitar tujuh atau sembilan bulan yang lalu, itupun nasibnya ngenes -ngerebutpacarorang- secara gak langsung. padahal bukan gitu niatnya.
dengannya kamu bahkan melupakan semua rasa sakit yang sudah kamu bawa bertahun-tahun.
kamu gak pernah sekalipun membuka luka lama itu.
tentang bagaimana patah hatinya kamu ketika putus dahulu, tentang hampir-matinya kamu dahulu.
didepannya kamu ingin membuat dia bahagia. selalu.
tapi mungkin ini bukan bahagiamu.
kamu hanya bahagia semu, seolah sabarmu itu cuma sekedar teh dalam kemasan. lah gak nyambung.
perlahan kamu sadar bahwa orang yang kamu sayangi ini gak pernah benar-benar melepaskan masa lalunya.
masih sering kamu lihat sorot mata penuh cinta, untuk masa lalunya.
kamu terluka, tapi memilih diam.
dilain waktu dia mempertanyakan kesungguhanmu.
harus dibuktikan seperti apa memangnya?
sedang kesempatan saja hampir tak pernah diberikan.
bagimu, dia bukan tempat persinggahan.
bagimu, dia adalah rumah. kamu ingin berbagi kisah dengannya.
lalu kamu sadar, kamu bukan rumah baginya.
kamu sekedar halte, sembari dia menunggu bus yang menuju kerumahnya.
egomu muncul.
ingin sekali berdoa untuk dia, agar menjadi milikmu.
tapi bibirmu seringkali kelu.
kamu tak memiliki cukup keberanian melihat dia bersedih.
kamu sekedar ingin dia tau, bahwa dia adalah alasanmu untuk kembali pulang.
dia adalah alasanmu untuk tak pergi.
 

Blog Template by BloggerCandy.com